1 October 2014

Bunga Bangkai Sumatera "Pesona Amorphopllus dari Lampung"

Bunga Bangkai Sumatera?
Apa yang ada dibenak pembaca jika mendengar nama "Bunga Bangkai"?
Pernahkan pembaca gomumu melihat secara langsung Bunga Bangkai? 

Dalam bahasan ini Gomumu akan sedikit berbagi cerita mengenai Bunga Bangkai yang ada di Sumatera. Tentu saja sesuai dengan pengalaman Gomumu sendiri saat berjumpa dengan bunga bangkai tersebut.

Istilah "Bunga Bangkai" sebenarnya digunakan untuk menyebut tumbuhan dari salah satu marga talas-talasan, yaitu Amorphophallus. Tumbuhan ini lumrah sekali disebut dengan "Suweg". Nah, ternyata si Suweg ini memiliki sepupu yang jumlahnya sangat banyak sekali sekitar 200 an jenis. Tersebar diseluruh Dunia mulai dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Laos, Nepal hingga Benua Afrika. Di Indonesia kita memiliki primadonanya Bunga Bangkai, yaitu jenis "bunga bangkai raksasa" Amorphophallus titanum. Bunga Bangkai ini juga dinobatkan menjadi bunga tertinggi didunia. Di Kebun Raya Cibodas, bunga bangkai raksasa pernah tumbuh lebih dari 3 meter. Wow...


Bunga Bangkai (Amorphophallus) dari Berbagai Negara Didunia

Bangaimana dengan Rafflesia arnoldi?
Apakah juga disebut dengan bunga bangkai?


Banyak orang menyebut raflfesia atau padma raksasa dengan istilah "bunga bangkai". Istilah yang sama untuk menyebut Amorphophallus. Namun disini gomumu mencoba untuk menjelaskan bahwa istilah bunga bangkai hanya dipakai untuk menyebut si Amorphophallus, bukan raflfesia. Pemakaian istilah yang kurang tepat ini dikarenakan pemahaman yang kurang mengenai kedua bunga diatas.

Apakah Amorphophallus dan raflfesia serupa?
Banyak dari masyarakat kita mengira bahwa kedua jenis bunga tersebut serupa atau sejenis. Pemahaman inilah yang menyebabkan kedua bunga diatas sama-sama disebut dengan bunga bangkai. Sebenarnya antara
bunga bangkai (Amorphophallus) dan padma raksasa (raflfesia) sangatlah berbeda. Meski sama-sama mengeluarkan aroma khas bau busuk ternyata mereka tidaklah dalam satu keluarga. 


Amorphophallus berkerabat dekat dengan tumbuhan talas-talasan. akar, batang, dan daun Amorphophallus sangat jelas terlihat. Sedangkan raflfesia adalah tumbuhan parasit (endoparasit) yang melekat atau menumpang pada akar tumbuhan merambat (liana). Raflfesia tidaklah memiliki akar, daun, dan batang. Ia hanya memiliki haustorium, sejenis akar untuk melekat dan meyerap nutrisi tumbuhan inangnya.

Amorphopllus dan Raflfesia oleh: Gomumu
Dari kedua jenis bunga diatas, Gomumu pernah melihat keduanya secara langsung, namun dalam periode dan tempat yang berbeda. Perjumpaan dengan bunga Raflfesia hanya sekali, sedangkan untuk Amorphophallus mungkin lebih dari 5X. Ya meskipun bukan Amorphophallus titanum.


Pada awal tahun 2012 gomumu tergabung dalam ekspedisi herpetofauna di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Nah mungkin pada akhir bulan april tersebut adalah hari keberuntungan bagi gomumu karena bertepatan dengan mekarnya salah satu Raflfesia arnoldi di Rhino Protection Unit, markas tim pemantau badak sumatera di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Baca: Bunga Rafflesia arnoldi Sumatera "Pesona Padma Raksasa dari Lampung"

Amorphopllus dari Lampung
Pastilah dari pembaca gomumu sudah ada yang pernah melihat si bunga bangkai, Amorphopllus secara langsung. Bunga bangkai ada yang sangat umum dijumpai diareal pemukiman atau kebun penduduk. Pada daerah tinggi yang memiliki suhu dingin dan tekstur tanah merah, biasanya banyak terdapat tumbuhan bunga bangkai ini. Tumbuhan bunga bangkai biasanya ditemukan banyak sekali pada suatu areal. Meskipun demikian ,periode berbunganya ternyata cukup lama. Oleh karena itu kita sangat jarang menjumpainya saat berbunga.

Menurut pengalaman gomumu, di Lampung sendiri banyak sekali tempat atau habitat dari Amorphopllus. Hampir pada suatu tempat yang tinggi dan memiliki tekstur tanah merah atau gembur terdapat bunga bangkai, mulai dari Kabupaten Lampung Timur, Pesawaran, Tanggamus, Bahkan di Kota Bandar Lampung pun Gomumu pernah menjumpainya saat berbunga. Meskipun bunganya tidak sebesar Amorphopllus titanum, namun jika dibandingkan dengan bunga-bunga tumbuhan lain secara umum tentu sangtlah besar sekali. 

Bunga bangkai dibawah ini adalah Amorphopllus paeoniifolius yang gomumu temukan bersama kawan-kawan gomumu saat mendaki Gunung Betung Lampung. Terlihat bunga bangkai ini begitu indah dan masih setengah mekar.
Bunga Bangkai/ Suweg (Amorphophallus paeoniifolius
Foto: Mariadi/ 2014
Pada saat itu kami mendaki Gunung Betung pada sore hari hingga malam hari. Tepat disalah satu puncaknya kami menemukan 2 suweg dalam proses mekar. Bahkan salah satu diantaranya masih menguncup sempurna. Suweg tersebut tumbuh pada daerah terbuka yang berada dekat dengan pohon kemiri. Biasanya udara pada daerah ini terbilang sejuk. Namun pada saat itu adalah musim penghujan. Oleh karena itulah udara menjadi cukup dingin dan memungkinkan si suweg untuk tumbuh dan mekar. 

Beberapa orang yang sudah terbiasa melihat bunga bangkai ini mungkin akan biasa saja melihatnya. Namun untuk beberapa orang yang tinggal di daerah pantai dataran rendah mungkin akan takjub dan terpesona. Hal ini dikarenakan bunga bangkai tidak dijumpai pada daerah beriklim panas seperti daerah pantai.  

Lampung adalah daerah yang kaya akan sumber daya hayati. Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Mentok Rimba, dan Anggrek Tebu merupakan spesies langka yang ada di pintu gerbang pulau Sumatera ini. Bahkan sang padma raksasa pun ada di provinsi Lampung. Banyaknya flora dan fauna, termasuk bunga bangkai adalah kekayaan tak terhingga yang dititipkan tuhan ditanah lampung untuk dijaga dan diambil manfaatnya. Salam Hijau @Gomumu.

Link: Jendelmu 

2 komentar:

  1. Wah harus dipelihara dan dilestarikan ntu gan,, soalnya di Indonesia juga udah langka..
    Nice posting gan, kalau ada waktu mampir ke Blog ane ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali mas, memang layaknya diperhatikan supaya lestari... banyak flora kita memiliki potensi luar biasa namun kurang begitu diperhatikan sehingga manfaatnya kurang didapatkan. Terimakasih telah membaca post Gomumu, nanti kalau ada waktu Blogwalking :)

      Delete

Silahkah Berkomentar Sesuai Dengan Konten, Bisa Berupa Tanggapan, Kritik, Ataupun Saran. Terimakasih.

Copyright © 2012 GOMUMU All Right Reserved