16 August 2014

Jenis-Jenis Burung Langka Indonesia Terancam Punah

Tidak kita pungkiri bahwa Indonesia adalah surganya sumber daya alam dan sumber daya hayati. Indonesia memiliki megabiodiversity yang tidak dipunyai oleh bangsa dan negara lain didunia. Jenis-jenis flora dan fauna eksotik dapat dijumpai diseluruh penjuru negeri kita ini. Tidak salah nama "jamrud katulistiwa" disematkan untuk menganalogikan kekayaan negeri kita, Indoneisa.

Namun kekayaan bangsa ini tidaklah dipahami dengan mudah oleh semua anak negeri. Penghargaan terhadap kekayaan negeri ini terlihat masih begitu kurang. Berbagai jenis flora dan fauna mengalami ancaman yang serius akibat tindakan-tindakan instan seperti perburuan liar dan perdagangan, penebangan hutan (deforestasi) yang membabi buta, serta kerusakan lingkungan lainnya. Ancaman-ancaman tersebut  membuat jenis-jenis flora dan fauna kita terancam punah dan banyak yang menjadi langka.

Menurut audit IUCN tahun 2013, ada sekitar 21.286 jenis hewan didunia terancam kepunahan dan sebanyak 1.206 jenis yang terancam punah tersebut ada di Indonesia. Dari data tersebut tercatat sebanyak 121 jenis burung Indonesia mengalami ancaman kepunahan. Jenis-jenis burung indonesia yang akan kita bahas tersebut mengalami tekanan lingkungan yang luar biasa akibat aktivitas manusia.

Burung Indonesia dan Ancaman Kepunahan 
Jenis-jenis burung Indonesia pada saat ini banyak yang mengalami ancaman kepunahan. Berbagai jenis menjadi sangat langka dan bahkan dalam beberapa periode belakangan tidak dapat ditemukan kembali atau dinyatakan punah oleh beberapa ahli burung (ornitologist). Sebenarnya kondisi ini menjadi sangat wajar apabila kita melihat tingginya laju kerusakan hutan (deforestasi) Indonesia.

Jenis-jenis burung Indonesia adalah jenis burung tropis dan sebagian lagi jenis-jenis burung migran non tropis. Perubahan-perubahan lingkungan terutama akibat pembukaan lahan membuat jenis-jenis burung tersebut tidak dapat bertahan. Meskipun burung memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, tidak serta merta membuatnya dapat bertahan. Luasnya habitat burung yang rusak membuatnya tetap mengalami tekanan.

Perubahan kondisi lingkungan secara umum membuat segala aspek lingkungan menjadi berubah. perubahan tersebut membuat pakan dan tempat bernaung menjadi berkurang serta tingkat ancaman menjadi tinggi.

Kemampuan bertahan yang menurun membuat angka kematian menjadi lebih tinggi daripada angka kelahiran
pada jenis-jenis burung tertentu. Lambat laun populasi jenis-jenis burung tersebut terus menurun hingga angka terendah. Hal inilah yang membuat jenis-jenis burung Indonesia menjadi terancam punah dan langka.

Jenis-Jenis Burung Indonesia yang Terancam Punah
Dari jumlah total 1598 jenis burung Indonesia, sebanyak 121 jenis mengalami ancaman kepunahan atau langka. Jenis-jenis burung Indonesia yang terancam kepunahan atau langka tersebut sangat bervariasi, mulai dari jenis-jenis burung air seperti kelompok burung kuntul/bangau putih (genus egretta), jenis burung madu (nectariniidae), hingga jenis burung pemakan buah (frugivora) seperti burung rangkong (famili bucerotidae).

Diantara jenis-jenis burung tersebut beberapa diantaranya sudah sangat jarang dijumpai, bahkan dialam liar sekalipun. Beberapa jenis lainnya mampu berasosiasi dengan kehidupan manusia, meskipun dengan ancaman yang serius.

Sebagai gambaran mengenai kondisi jenis-jenis burung Indonesia yang langka dan terancam punah, Gomumu sajikan list deskriptif mengenai burung-burung Indonesia yang sangat langka: 
  1. Burung Kuau Raja
    Jenis burung yang memiliki nama ilmiah Argusianus argus ini oleh IUCN dimasukkan dalam kategori "hampir terancam" atau "Near Treatened". Artinya, burung kuau raja mendekati terancam punah. Selain itu burung kuau raja diganjar "Apendix II" oleh CITES sehingga apabila perdagangan terus dilakukan tanpa adanya pengaturan maka akan terancam kepunahan. Jenis burung ini dapat ditemukan di Semenanjung Malaysia, Kalimantan dan Sumatera. Burung kuau raja biasanya bersifat soliter atau ditemukan sendiri. Ditemukan berpasangan apabila dalam periode reproduksi atau pada masa kawin. Burung kuau raja adalah penghuni hutan primer dengan kondisi yang masih sangat alami. Mereka sangat jarang ditemukan di areal hutan yang terganggu.

  2. Mentok Rimba
    Mentok rimba (Cairina scutulata) termasuk jenis burung dari keluarga bebek. Penampakan burung ini mirip sekali dengan entok yang sering dipelihara oleh masyarakat. Yang membedakan keduanya, yaitu mentok rimba dapat terbang dan hanya mampu hidup pada lingkungan yang masih alami. Mentok rimba merupakan salah satu jenis burung air yang paling terancam punah. Oleh IUCN jenis burung ini dimasukkan dalam status "terancam" atau "Endangered", artinya sedang menghadapai resiko yang sangat tinggi untuk punah dialam liar. Pada tahun 2002 diperkirakan populasinya tidak lebih dari 800 ekor diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri diperkirakan hanya sekitar 150 ekor di Pulau Sumatera, terutama di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.



  3. Burung Kehicap Boano
    Burung yang memiliki nama ilmiah Monarcha boanensis ini merupakan jenis burung endemik Pulau Boano, Maluku. Artinya jenis burung ini tidak ditemukan ditempat lain dan hanya ditemukan di Pulau Boano saja. Pada saat ini diperkirakan populasinya tinggal 200-an ekor saja dialam liar. Oleh karena itu oleh IUCN, burung kehicap boano dimasukkan dalam status "kritis/sangat terancam punah" atau Critically Endangered. Merupakan status dengan tingkat ancaman kepunahan paling tinggi. Meskipun demikian, ternyata burung kehicap boano belum dimasukkan dalam daftar jenis-jenis burung yang dilindungi di Indonesia.




  4. Burung Punai Timor
    Burung punai timor (Treron psittacea), merupakan jenis burung yang masih berkerabat dekat dengan burung merpati atau tekukur.
    Burung punai timor merupakan burung endemik NTT dan hanya dapat ditemukan di Pulau Semau, Pulau Roti, dan Timor Leste. Burung punai timor oleh IUCN dimasukkan dalam status terancam atau endangered. Menurut birdlife.org, survey pada tahun 2003 di seluruh pulau timor menunjukkan penurunan populasi yang sangat signifikan dan tidak lebih dari 200 ekor.


  5. Burung Kacamata Sangihe
    Kalau kita penghobi jenis-jenis burung berkicau pasti kita tahu jenis burung kacamata atau yang umum disebut "pleci". Jenis burung yang sedang naik daun dalam dunia burung kicau di Indonesia ini merupakan burung kecil yang dicirikan dengan lingkaran seperti kacamata disisi matanya. Diantara 22  jenis burung kacamata yang ada di Indonesia, burung kacamata sangihe (Zosterops nehrkorni) merupakan jenis burung kacamata yang paling terancam punah dan langka. Pulau Sangihe merupakan pulau kecil di Sulawesi Utara yang menyimpan kekayaan burung-burung endemik eksotik. Oleh IUCN burung kacamata sangihe dimasukkan dalam status sangat terancam punah. Pada saat ini burung kacamata sangihe diperkirakan tinggal 50 ekor saja di alam liar.



  6. Burung Gagak Banggai
    Burung gagak banggai (Corvus unicolor), merupakan jenis burung dari keluarga burung gagak. Burung gagak banggai pernah dinyatakan punah oleh para ahli burung. Pada tahun 2007, temuan penting burung gagak banggai di Pulau Peleng, Sulteng dirilis. Dalam sebuah ekspedisi ilmiah tersebut dijumpai burung gagak banggai beberapa kali di Pulau Peleng. Pada saat ini IUCN mencatatnya dalam status sangat terancam punah.

     


  7. Burung Tokhtor Sumatera
    Burung tokhtor sumatera (Carpococcyx viridis) merupakan salah satu jenis burung endemik dari Pulau Sumatera. Burung tokhtor sumatera pernah dinyatakan punah lantaran tidak pernah dijumpai lagi setelah tahun1916 dan ditemukan kembali pada tahun1997. Diperkirakan jumlahnya dialam liar tidak lebih dari 300 ekor. Pada saat ini  statusnya adalah sangat terancam punah atau kritis.


  8. Burung Trulek Jawa
    Burung trulek jawa (Vanellus macropterus) merupakan burung paling langka di Pulau Jawa. Burung air endemik pulau Jawa ini pernah dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1994. Namun hal ini direvisi kembali menjadi kritis pada tahun 2000. Pada saat ini belum ada dokumentasi maupun keterangan secara ilmiah mengenai keberadaan burung trulek jawa. Beberapa ahli burung menganggap burung trulek jawa telah punah dari muka  bumi.



  9. Sikatan Aceh  Burung sikatan aceh (Cyornis ruckii) merupakan burung sikatan endemik Pulau Sumatera terlangka. Jenis burung penghuni hutan dataran rendah ini sebenarnya dianggap telah punah lantaran sejak ditemukan pertama kali oleh M Ruck pada tahun 1917 dan 1918, burung ini hampir tidak pernah lagi ditemukan. Karena selama lebih dari seratus tahun tidak pernah ditemukan kembali, IUCN mengganjarnya dengan status sangat terancam punah atau kritis.


    Indonesia memang memiliki sejagad kekayaan jenis burung. Namun bersamaan dengan itu tingginya ancaman terhadap mereka membuat sebagian diantaranya harus berada diujung kepunahan. Tanpa adanya kesadaran pada setiap anak bangsa dibumi nusantara ini niscaya ribuan burung nan eksotik ini mampu bertahan. Mereka adalah anugerah tuhan yang patut kita jaga, bukan kita musnahkan dengan tangan kita. @Gomumu: Salam Lestari.

8 komentar:

  1. kurang banyakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk..........................

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks ayu agung atas masukannya :D

      Delete
  2. yang nomer 3 sama 5 itu cantik... mirip2 sama kenari ya. :)

    ReplyDelete
  3. rata-rata burung indonesia memang menawan... namun justru yg mnwan tersebut jarang kita jumpai karena hidup di kedalaman hutan.

    ReplyDelete
  4. baru sekali ini lihat brung sikatan aceh, walau di bilang punah semoga aja masih ada yg hidup di alam liar,,,,

    ReplyDelete

Silahkah Berkomentar Sesuai Dengan Konten, Bisa Berupa Tanggapan, Kritik, Ataupun Saran. Terimakasih.

Copyright © 2012 GOMUMU All Right Reserved