10 October 2014

Pertanian Organik Indonesia

Apa Itu "Organik"?
Sepintas apa yang akan sobat katakan saat ditanya mengenai, apa itu organik?
Gomumu yakin, pasti kepala sobat akan mengatakan "alamiah, tanpa bahan kimia, ramah lingkungan, dan lain-lain"...

Kalau menurut gomumu ya tidak jauh berbeda dari padanan kata diatas. Organik adalah pengertian luas untuk suatu metode yang berusaha seramah mungkin terhadap lingkungan. Pendekatan yang mungkin tidak memilih menggunakan bahan-bahan kimia, rekayasa genetik, ataupun pengaturan hormon. Kira-kira begitu....

Menurut Badan Litbang Pertanian Indonesia-Kementerian Pertanian, maksud dari pertanian organik adalah suatu teknik budidaya tanaman yang tidak menggunakan bahan-bahan sintetis kimiawi. Pertanian organik cenderung mengandalkan bahan-bahan secara alami. Baca saja mengenai pertanian organik di webnya Litbang Departeman Pertanian: LITBANG DEPTAN.

Karikatur Petani Organik Indonesia
 (PAMOR), source: pamor-indonesia.org.

Mengapa Pertanian Organik?
Pertanian organik adalah jenis pertanian yang paling jadul. Kalau kita bayangkan, dahulu sebelum ditemukan pupuk kimia, rekayasa hormon, serta pemuliaan tanaman dan rekayasa genetika, teknik pertanian organik dipakai hampir oleh seluruh petani didunia. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seluruh teknik budidaya tanaman berputar hingga 360 derajad. Istilah 'revolusi hijau' telah membawa teknik budadaya tanaman baru yang hasilnya berkali-kali lipat dari pertanian organik. 

Kemajuan pertanian modern memang telah membawa kita pada ketahanan pangan. Namun disisi lain dampak dari pertanian modern juga begitu besar dari sisi lingkungan dan kesehatan. Penggunaan pupuk kimia akan merusak kesuburan tanah. Segala jenis mikroba tanah yang menjadi penyubur tanaman akan mati, menjadikan tanah akan tandus apabila tidak dipupuk. Akhirnya kita bergantung sepenuhnya terhadap pupuk buatan. Penggunaan pupuk buatan ini juga turut serta dalam menyuburkan perairan yang akhirnya terjadilah blooming alga, kiambang, dan eceng gondok. Lain halnya lagi tentang ancaman terhadap tanaman pangan lokal akibat rekayasa genetik. Berbagai varietas tanaman hasil rekayasa genetik yang diluncurkan dipasaran akan menenggelamkan varietas lokal. Bahkan, di Papua beberapa varietas ubi lokal terancam hilang akibat masuknya varietas-verietas baru. Benar saja, pada saat kemarau panjang ternyata varietas baru ini tidak dapat bertahan  seperti halnya varietas lokal. Akhirnya terjadilah kelangkaan pangan dan menyebabkan kelaparan masal. Selain itu pada saat ini manusia juga cukup cerdas untuk memilih makanan berkualitas yang berdampak positif terhadap kesehatan.

Keungulan Pertanian Organik
Menurut Gomumu pertanian organik memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan pertanian konvensional modern, terutama dari sisi dampak lingkungan serta kesehatan. Berikut ini adalah beberapa keunggulan pertanian organik dari sudut pandang Gomumu, mungkin beberapa diantaranya bisa berbeda dari pendapat sobat-sobat semua.
  1. Pertanian organik menghasilkan sedikit sekali polusi lingkungan, bahkan mungkin tidak sama sekali. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berbahan urine hewan atau campuran rempah-rempah adalah produk pro lingkungan.
  2. Salah satu masalah bagi pelaku pertanian organik katanya adalah hama. Memang pestisida organik tidak seampuh pestisida kimiawi sintetis. Namun penggunaan pestisida sintetis akan menjadikan hama-hama tersebut menjadi kebal (resisten). Pengunaan pestisida organik adalah teknik berkelanjutan yang ramah lingkungan.
  3. Teknik budididaya dari pertanian organik akan memihara tanah dan lingkungan. Tanah tidak akan rusak atau menjadi mati (tandus). Dalam beberapa periode kita tidak membutuhkan pupuk yang begitu banyak karena kesuburan tanah terpelihara.
  4. Dari segi kesehatan tentu kita semua tahu bahwa pertanian organik adalah produk alamiah yang sangat baik untuk kesehatan. Kita tidak akan menghawatirkan racun (toxin) yang ada pada tanaman.
  5. Tanaman hasil dari pertanian organik adalah produk unggul yang banyak dicari orang. Tanaman organik memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan hasil pertanian umum. Masyarakat kota menengah ketas lebih menyukai produk organik. Biasanya mereka membeli sayur dan buah-buahan yang ada di pasar swalayan.
Pertanian organik memang memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan pertanian yang mengandalkan bahan-bahan kimiawi sintetis. Pelaku pertanian berkata bahwa dari segi hasil pertanian organik tidak sebanyak pertanian pada umumnya. Pertanian organik lebih ribet, artinya secara teknik budidaya membutuhkan perhatian yang lebih ekstra. Selain itu pasar lokal yang belum sebaik di mancanegara membuat para petani kita masih urung untuk beralih ke pertanian organik. 

Jika ingin beralih ke pertanian organik maka ada masa transisi, dimana kita harus mengambalikan kesuburan tanah. Kita juga harus beradaptasi terhadap teknik baru yang membutuhkan kejelian. Kadang kita harus melakukan ujicoba komposisi pupuk dan pestisida alamiah...  Daya nalar akan diuji, maka keingintahuan adalah modal yang sangat besar dalam bertani organik. 

Lisensi 
"Lisesi atau sertifikasi" lebel produk organik sangat dibutuhkan untuk upgrade harga produk berkualitas. Dengan bersertifikat organik, maka harganyapun akan diterima oleh pasar. Seperti halnya "kotak HP", jika tak berkotak harga HP pun akan jatuh. 

Sebuah sertifikasi produk organik dibuat oleh badan sertifikasi yang berwenang. Badan sertivikasi ini disebut dengan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) atau Lembaga Sertifikasi Produk Organik (LSPO). Badan sertifikasi harus mendapatkan lisensi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Ayo, lihat beberapa LSO yang mendapatkan sertifikasi KAN: 7 LSO mendapatkan sertivikasi KAN pada tahun 2009. Lihat juga beberapa LSO dalam database Depaerten Pertanian: LSO dan Lingkupnya.

Badan sertivikasi ini bekerja memverifikasi produk kita apakah memenuhi kelayakan untuk mendapatkan sertifikasi organik atau tidak. Memang ada beberapa persyaratan yan harus dipenuhi oleh produk-produk pertanian organik Indonesia. Lihat ruang lingkup salah satu LSO di Indonesia: Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS). Atau detail lengkap cara dan syarat yang harus dipenuhi untuk mendaptkan sertifikasi organik: Biocert. 

Sertifikat Organik yang dikeluarkan oleh LeSOS Indonesia
  source: jualsayuran

Pertanian Organik di Indonesia
Menurut Litbang Departemen Pertanian, dari regulasi produk pertanian dunia sebanyak 5-7 persennya adalah produk organik. Wah cukup banyak juga ya.....
Namun sebagian produk organik ini disuplai oleh negara-negara maju seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara maju di Eropa dan Asia. Peluang yang besar ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh negara kita. Padahal negara-negara maju tersebut memiliki lahan yang relatif kecil jika dibandingkan dengan lahan pertanian di Negara kita.

Besarnya lahan pertanian kita jika beberapa persennya dialihkan menjadi pertanian organik akan jauh lebih menguntungkan. Selain itu, suburnya tanah, air yang melimpah, dan iklim yang teratur adalah keunggulan dari sebuah negara tropis. Untuk itulah peluang besar masih sangat terbuka untuk mencoba pertanian organik. 

Untuk melihat perkembangan pertanian organik di Indonesia sobat semua dapat mencari informasinya seperti di Aliansi Organik Indonesia, AOI. Serta perkambangan pertanian organik di berbagai warta. Memang tidak semua petani organik dapat berhasil dan sukses. DIbutuhkan keuletan dan sikap mental untuk maju. Namun disisi lain kisah kesuksesan petani organik di Indonesia juga sangat banyak sekali.
Yasin, Petani Organik Asal Pao-Pao Sulawesi Selatan
  source: tribunnews
Kita semua tentu tahu bahwa tidak sedikit masyarakat yang memandang sebelah mata kepada pertanian organik. Mungkin karena kurang keterbukaan informasi dan tentunya  kurangnya pendampingan atau pembinaan secara langsung dilapangan. Apalagi sifat manusia Indonesia termasuk Kolot.... mungkin termasuk @gomumu sendiri :) :)...
Membuat kita semua harus melihat contoh dulu baru mainset kita bisa berubah. Kita harus melihat secara langsung kesuksesan petani organik lain, baru kita mau mengikutinya. Benar atau tidak....????? hanya sedikit dari kita yang mau menjadi pencetus dan memberikan manfaat kepada orang banyak... @Salam Hijau Gomumu.

4 komentar:

Silahkah Berkomentar Sesuai Dengan Konten, Bisa Berupa Tanggapan, Kritik, Ataupun Saran. Terimakasih.

Copyright © 2012 GOMUMU All Right Reserved